Tiga kemenangan diraih atas Satria Muda (5-0), Wukir Sari (3-1) dan Pors (4-0), sedangkan dua kekalahan atas Persiba (0-2) dan Persopi (0-1). Bertanding di Lapangan Bawuran, SSB Baturetno KU2004 masih kurang bisa stabil ketika bertemu tim-tim yang sudah mapan. Hal ini bisa dimaklumi karena harus melawan tim yang usianya berada setingkat diatasnya karena kompetisi ini merupakan kompetisi KU2003. Anak asuhan coach Yoann Wijaya ini masih terlihat gugup menahan gempuran pemain-pemain yang lebih besar dan lebih tua. Selain itu, fokus diakhir pertandingan sepertinya masih menjadi PR penting.
foto by Evita Rara
Seluruh gol dari dua kekalahan yang diderita terjadi memasuki menit-menit akhir pertandingan. Fokus pertandingan sepertinya masih menghantui tim ini. Pada pra kualifikasi LTS 2017, beberapa kekalahan juga diderita karena gol-gol menit terakhir. Kekalahan 0-1 dari Persopi terjadi karena kelemahan koordinasi lini belakang dimana waktu pertandingan tinggal menyisakan 2 menit. Padahal sepanjang pertandingan lebih banyak anak-anak SSB Baturetno KU2004 banyak menekan lawan. Ya itulah sepakbola, terkadang bermain bagus tidak cukup..hehehe..
Giat berlatih boys..


